<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Blog Aguss 2007</title>
	<atom:link href="http://aguss2007.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aguss2007.wordpress.com</link>
	<description>Blog Pribadi Aguss di WordPress</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Sep 2008 19:19:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Berbaiat dengan Imam Mahdi oleh hariyanto27</title>
		<link>http://aguss2007.wordpress.com/2008/08/28/berbaiat-dengan-imam-mahdi/#comment-14</link>
		<dc:creator>hariyanto27</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 19:19:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aguss2007.wordpress.com/?p=56#comment-14</guid>
		<description>http://www.hariyanto27.wordpress.cm
hp. 061-77959109</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.hariyanto27.wordpress.cm" rel="nofollow">http://www.hariyanto27.wordpress.cm</a><br />
hp. 061-77959109</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Berbaiat dengan Imam Mahdi oleh hariyanto27</title>
		<link>http://aguss2007.wordpress.com/2008/08/28/berbaiat-dengan-imam-mahdi/#comment-13</link>
		<dc:creator>hariyanto27</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 19:10:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aguss2007.wordpress.com/?p=56#comment-13</guid>
		<description>AN NABA’

 

 

Wahai ahli kitab, telah datang kepadamu utusan kami yang menjelaskan kepadamu tatkala peringatan rasul-rasul terputus, agar kamu tidak berkata: tidak datang kepada kami pembawa berita gembira dan peringatan. Padahal sudah datang kepadamu pembawa berita gembira dan peringatan. Dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu. (Al Maa-idah 5 : 17)

 

Salam sejahtera dan keselamatan bagi orang-orang yang beriman (percaya) ketika datang kepadanya orang yang menyerukan ayat-ayat Allah dengan terang dan jelas. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, baik itu alam dahulu maupun alam yang akan datang, dan yang nyata bagi umat yang hidup di zaman ini yang mana bagi umat yang telah lalu ada seorang pemberi peringatan yang datang kepada mereka dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh kaumnya. Dialah Rasul (utusan) Allah yang datang sebagai Pemimpin umat yang hidup ketika itu. Setelah sekian lamanya berlalu, agama yang dibawanya dari sisi Allah yaitu islam yang selalu terdepan, yang mempunyai satu aqidah, satu keyakinan dan satu Pemimpin semakin lama semakin tertinggal dan terpuruk. Masing-masing berjalan sesuai dengan apa yang didapati dari nenek moyangnya, walaupun nenek moyangnya tidak mengetahui apa-apa dan tidak mendapat petunjuk. Ada diantara mereka itu yang mendapati dan mengetahui ilmu agama dari buku-buku tanpa bimbingan seorang guru yang Mursyid dan ada yang dari perguruan tinggi ilmu agama, bahkan ada yang mengajar dimana-mana dan berceramah di rumah-rumah, di atas mimbar disetiap mesjid yang tujuannya benar untuk menyatukan umat. Nah…! Yang lebih mengherankan lagi banyak dari perguruan tinggi ilmu agama yang setiap tahunnya melahirkan ulama-ulama (Ustadz, kyai, syekh dan sebagainya) dinegeri ini malah semakin banyak manusia yang tidak karuan. Kamunyakah yang tidak mau mengadakan pembenahan diri atau ulamanya yang tidak bertanggung jawab atas apa yang telah

 

dikumandangkannya disetiap mesjid untuk menyeru umat bersatu. Tetapi tidak tahu kemana satunya, yang tiap-tiap diri menuruti keinginannya masing-masing. Dan tidak ada diantara kamu yang mengambil pelajaran.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (pelajaran) bagi orang yang berakal”.

 

Maka pada hari ini kami datang dengan membawa berita besar dan mengumandangkan pada tuan-tuan sekalian, apakah kamu orang yang tahu (berilmu / uutul kitaab) atau tidak tahu (tak berilmu / ummiy) sama sekali, bahwa:
“Pemimpin telah datang”
yang mengajak kepada tuan-tuan untuk bersatu pada satu pemimpin yang mana dari tiap-tiap pemimpin akan kami tanyakan atas apa yang kamu pimpin selama ini. Dia telah memerintahkan kepada tuan-tuan sekalian “Taat patuhlah kamu kepada ALLAH, dan taat patuhlah kamu kepada Utusan (rasul) serta pada pemimpin yang dari kamu”. Untuk taat patuh kepada Allah, tidak bisa tidak kamu mesti taat patuh kepada Utusan (Rasul) dan untuk benarnya kamu taat patuh kepada Allah dan Rasul kamu mesti datangi pemimpin yang telah didatangkan oleh tuhanmu kepadamu. Pemimpin, Utusan dan Allah, bukan tiga melainkan satu jua adanya. Begitu juga alam yang dahulu, alam yang akan datang dan alam yang kamu hidup dimasa ini, bahwa itu bukan tiga namun satu jua adanya. Benarnya kamu beriman (percaya) kepada Utusan-utusan (rasul) yang dahulu kamu pasti percaya kepada orang yang didatangkan oleh Tuhanmu sebagai pemimpin pada saat sekarang ini.

 
Jika sebaliknya, kamu menentang kehadirannya berarti kamu mengadakan dusta terhadap Allah, nyatalah bahwa kamu adalah pembohong besar, kamu telah mengingkari Alqur’an, karena dia datang dengan Alqur’an yang menjelaskan segala kitab-kitab yang ada padamu.

 

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: ikutilah apa yang telah diturunkan Allah; mereka menjawab; “tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami”.

 

Ketahuilah wahai tuan-tuan, bahwa sesungguhnya Pemimpin itu ialah orang yang datang dengan keterangan yang nyata dari sisi tuhan yang maha rahman lagi rahim sebagai nikmat yang dianugerahkan kepadamu sekalian. Didalam sholatpun tuan-tuan telah memintanya.

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang telah engkau anugerahi nikmat atas mereka”.

 

Sesungguhnya ketika kamu iman (percaya) dengan apa yang telah disampaikannya kepadamu yang dari Tuhanmu sungguhlah kamu telah mendapat petunjuk dan janganlah kamu mati sebelum memeluk agama Islam dan bersaksilah kamu dengannya atas penyerahan diri (Islam)mu secara keseluruhan dan sampailah kamu kepada taqwa yang sebenar-benar taqwa. Itulah satu hikmah yang sempurna dan kesempurnaan iman bagi siapa saja yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

Sesungguhnya Agama yang disisi Allah adalah Islam. Berarti disisi Allah adalah disisi Utusan (Rasul)Nya, itulah disisi Pemimpin yang datang kepadamu menceritakan kisah yang sebelumnya dan padanya segala kunci-kunci yang ghaib, maksudnya kunci-kunci atau pintu-pintu yang tidak kamu ketahui darimanakah kamu akan memasukinya dan dari manakah kamu akan melalui jalan keluarnya.

 

“Sembahlah kamu Allah, Taqwa kepada-Nya, serta ikut Aku”

 

Sekali-kali Dia tidak mengharapkan upah sedikitpun darimu atas seruan ini. Jika diantaramu ada yang mengingkari apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadanya untuk menyampaikannya kepada seluruh manusia, sungguh kamu telah mengingkari dirimu sendiri. Kamu berlepas diri dari apa yang kami diperintahkan dan kami berlepas diri pula dari apa yang kamu usahakan. Jangan kamu berkata belum datang kepadamu orang-orang yang memberi peringatan, sesungguhnya sudah datang kepadamu dengan ayat-ayat suci Tuhan sebagai penyambung lidah Rasulullah yang sekian lama terputus. Maka ketahuilah dan saksikanlah bahwa kamilah orang-orang yang berserah diri (Islam).

Pada masa ketetapan Ibrahim a.s, dia telah membuka pintu-pintu dengan memerintahkan kepada kaumnya ketika itu, agar jangan menyembah yang selain Allah. Dia telah mengkisahkan tanda-tanda Tuhannya kepada umat dimasa itu, setelah mereka mendengar tentang apa yang diturunkan kepada Ibrahim yang dari Tuhannya. Tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim melainkan orang yang memperbodoh dirinya. Maka diperintahkan kepada mereka yang beriman (percaya) kepada apa yang telah dikumandangkannya, diwajibkan agar jangan mati sebelum memeluk agama Islam. Mereka menyaksikan atas keislaman mereka dan Utusan (Rasul) menjadi saksi bagi umatnya dimasa itu.

“Itu adalah umat yang telah lalu, baginya apa yang di usahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan dan kamu tidak akan dimintakan pertanggung jawaban tentang apa yang mereka kerjakan”. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah, sedang tiap-tiap urusan ada ketetapannya yang telah ditetapkan oleh Utusan-utusan (Rasul)Nya, Dialah pemimpin menjadi saksi umat yang didatangkan Allah setiap masa dan zamannya yang kedatangannya itu tidak bisa ditunda-tunda. Jika kamu masih saja ragu-ragu dengan apa yang telah disampaikannya kepadamu dan kamu masih saja menunggu untuk melihat benar atau tidaknya orang itu maka tunggulah, kamipun termasuk orang-orang yang menunggu didatangkannya azab kepadamu. Saksi, Utusan dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya. Apabila telah datang orang yang dengan alqur’an memberi peringatan kepadamu, kamu masih saja mengikuti apa yang kamu dapati dari nenek moyangmu maka sia-sialah perbuatanmu selama ini yang kamu menyangka telah berbuat sebaik-baiknya.

Buatlah keterangan seperti apa yang kami buatkan ini agar kami yang ikut denganmu, kalau kamu tidak mampu membuatnya berarti bukan kamu orang yang patut diikuti dan sudah seharusnyalah kamu menyatukan dirimu kepada Pemimpin yang mutlak. Jika benar kitabmu Alqur’an, Ayo…!! Bersatulah, kalau tidak kamu termasuk ahli neraka.

“Walladziina sa’au fii aayaatinaa mu’aajiziina ulaa-ika ashhaabul jahiim.

Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan; mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka.”

 

Penulis : Muhammad Rudi Aulia
Dept. Seni &amp; Budaya HIMPASS

*Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar dan menyesatkan yang lain. Sungguh hal yang demikian membuat kerusakan dimuka bumi.

Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang alim lagi ‘abid.*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AN NABA’</p>
<p>Wahai ahli kitab, telah datang kepadamu utusan kami yang menjelaskan kepadamu tatkala peringatan rasul-rasul terputus, agar kamu tidak berkata: tidak datang kepada kami pembawa berita gembira dan peringatan. Padahal sudah datang kepadamu pembawa berita gembira dan peringatan. Dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu. (Al Maa-idah 5 : 17)</p>
<p>Salam sejahtera dan keselamatan bagi orang-orang yang beriman (percaya) ketika datang kepadanya orang yang menyerukan ayat-ayat Allah dengan terang dan jelas. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, baik itu alam dahulu maupun alam yang akan datang, dan yang nyata bagi umat yang hidup di zaman ini yang mana bagi umat yang telah lalu ada seorang pemberi peringatan yang datang kepada mereka dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh kaumnya. Dialah Rasul (utusan) Allah yang datang sebagai Pemimpin umat yang hidup ketika itu. Setelah sekian lamanya berlalu, agama yang dibawanya dari sisi Allah yaitu islam yang selalu terdepan, yang mempunyai satu aqidah, satu keyakinan dan satu Pemimpin semakin lama semakin tertinggal dan terpuruk. Masing-masing berjalan sesuai dengan apa yang didapati dari nenek moyangnya, walaupun nenek moyangnya tidak mengetahui apa-apa dan tidak mendapat petunjuk. Ada diantara mereka itu yang mendapati dan mengetahui ilmu agama dari buku-buku tanpa bimbingan seorang guru yang Mursyid dan ada yang dari perguruan tinggi ilmu agama, bahkan ada yang mengajar dimana-mana dan berceramah di rumah-rumah, di atas mimbar disetiap mesjid yang tujuannya benar untuk menyatukan umat. Nah…! Yang lebih mengherankan lagi banyak dari perguruan tinggi ilmu agama yang setiap tahunnya melahirkan ulama-ulama (Ustadz, kyai, syekh dan sebagainya) dinegeri ini malah semakin banyak manusia yang tidak karuan. Kamunyakah yang tidak mau mengadakan pembenahan diri atau ulamanya yang tidak bertanggung jawab atas apa yang telah</p>
<p>dikumandangkannya disetiap mesjid untuk menyeru umat bersatu. Tetapi tidak tahu kemana satunya, yang tiap-tiap diri menuruti keinginannya masing-masing. Dan tidak ada diantara kamu yang mengambil pelajaran.</p>
<p>“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (pelajaran) bagi orang yang berakal”.</p>
<p>Maka pada hari ini kami datang dengan membawa berita besar dan mengumandangkan pada tuan-tuan sekalian, apakah kamu orang yang tahu (berilmu / uutul kitaab) atau tidak tahu (tak berilmu / ummiy) sama sekali, bahwa:<br />
“Pemimpin telah datang”<br />
yang mengajak kepada tuan-tuan untuk bersatu pada satu pemimpin yang mana dari tiap-tiap pemimpin akan kami tanyakan atas apa yang kamu pimpin selama ini. Dia telah memerintahkan kepada tuan-tuan sekalian “Taat patuhlah kamu kepada ALLAH, dan taat patuhlah kamu kepada Utusan (rasul) serta pada pemimpin yang dari kamu”. Untuk taat patuh kepada Allah, tidak bisa tidak kamu mesti taat patuh kepada Utusan (Rasul) dan untuk benarnya kamu taat patuh kepada Allah dan Rasul kamu mesti datangi pemimpin yang telah didatangkan oleh tuhanmu kepadamu. Pemimpin, Utusan dan Allah, bukan tiga melainkan satu jua adanya. Begitu juga alam yang dahulu, alam yang akan datang dan alam yang kamu hidup dimasa ini, bahwa itu bukan tiga namun satu jua adanya. Benarnya kamu beriman (percaya) kepada Utusan-utusan (rasul) yang dahulu kamu pasti percaya kepada orang yang didatangkan oleh Tuhanmu sebagai pemimpin pada saat sekarang ini.</p>
<p>Jika sebaliknya, kamu menentang kehadirannya berarti kamu mengadakan dusta terhadap Allah, nyatalah bahwa kamu adalah pembohong besar, kamu telah mengingkari Alqur’an, karena dia datang dengan Alqur’an yang menjelaskan segala kitab-kitab yang ada padamu.</p>
<p>“Dan apabila dikatakan kepada mereka: ikutilah apa yang telah diturunkan Allah; mereka menjawab; “tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari nenek moyang kami”.</p>
<p>Ketahuilah wahai tuan-tuan, bahwa sesungguhnya Pemimpin itu ialah orang yang datang dengan keterangan yang nyata dari sisi tuhan yang maha rahman lagi rahim sebagai nikmat yang dianugerahkan kepadamu sekalian. Didalam sholatpun tuan-tuan telah memintanya.</p>
<p>“Tunjukilah kami jalan yang lurus, yakni jalan orang-orang yang telah engkau anugerahi nikmat atas mereka”.</p>
<p>Sesungguhnya ketika kamu iman (percaya) dengan apa yang telah disampaikannya kepadamu yang dari Tuhanmu sungguhlah kamu telah mendapat petunjuk dan janganlah kamu mati sebelum memeluk agama Islam dan bersaksilah kamu dengannya atas penyerahan diri (Islam)mu secara keseluruhan dan sampailah kamu kepada taqwa yang sebenar-benar taqwa. Itulah satu hikmah yang sempurna dan kesempurnaan iman bagi siapa saja yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.</p>
<p>Sesungguhnya Agama yang disisi Allah adalah Islam. Berarti disisi Allah adalah disisi Utusan (Rasul)Nya, itulah disisi Pemimpin yang datang kepadamu menceritakan kisah yang sebelumnya dan padanya segala kunci-kunci yang ghaib, maksudnya kunci-kunci atau pintu-pintu yang tidak kamu ketahui darimanakah kamu akan memasukinya dan dari manakah kamu akan melalui jalan keluarnya.</p>
<p>“Sembahlah kamu Allah, Taqwa kepada-Nya, serta ikut Aku”</p>
<p>Sekali-kali Dia tidak mengharapkan upah sedikitpun darimu atas seruan ini. Jika diantaramu ada yang mengingkari apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu kepadanya untuk menyampaikannya kepada seluruh manusia, sungguh kamu telah mengingkari dirimu sendiri. Kamu berlepas diri dari apa yang kami diperintahkan dan kami berlepas diri pula dari apa yang kamu usahakan. Jangan kamu berkata belum datang kepadamu orang-orang yang memberi peringatan, sesungguhnya sudah datang kepadamu dengan ayat-ayat suci Tuhan sebagai penyambung lidah Rasulullah yang sekian lama terputus. Maka ketahuilah dan saksikanlah bahwa kamilah orang-orang yang berserah diri (Islam).</p>
<p>Pada masa ketetapan Ibrahim a.s, dia telah membuka pintu-pintu dengan memerintahkan kepada kaumnya ketika itu, agar jangan menyembah yang selain Allah. Dia telah mengkisahkan tanda-tanda Tuhannya kepada umat dimasa itu, setelah mereka mendengar tentang apa yang diturunkan kepada Ibrahim yang dari Tuhannya. Tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim melainkan orang yang memperbodoh dirinya. Maka diperintahkan kepada mereka yang beriman (percaya) kepada apa yang telah dikumandangkannya, diwajibkan agar jangan mati sebelum memeluk agama Islam. Mereka menyaksikan atas keislaman mereka dan Utusan (Rasul) menjadi saksi bagi umatnya dimasa itu.</p>
<p>“Itu adalah umat yang telah lalu, baginya apa yang di usahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan dan kamu tidak akan dimintakan pertanggung jawaban tentang apa yang mereka kerjakan”. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah, sedang tiap-tiap urusan ada ketetapannya yang telah ditetapkan oleh Utusan-utusan (Rasul)Nya, Dialah pemimpin menjadi saksi umat yang didatangkan Allah setiap masa dan zamannya yang kedatangannya itu tidak bisa ditunda-tunda. Jika kamu masih saja ragu-ragu dengan apa yang telah disampaikannya kepadamu dan kamu masih saja menunggu untuk melihat benar atau tidaknya orang itu maka tunggulah, kamipun termasuk orang-orang yang menunggu didatangkannya azab kepadamu. Saksi, Utusan dan Allah bukan tiga melainkan satu jua adanya. Apabila telah datang orang yang dengan alqur’an memberi peringatan kepadamu, kamu masih saja mengikuti apa yang kamu dapati dari nenek moyangmu maka sia-sialah perbuatanmu selama ini yang kamu menyangka telah berbuat sebaik-baiknya.</p>
<p>Buatlah keterangan seperti apa yang kami buatkan ini agar kami yang ikut denganmu, kalau kamu tidak mampu membuatnya berarti bukan kamu orang yang patut diikuti dan sudah seharusnyalah kamu menyatukan dirimu kepada Pemimpin yang mutlak. Jika benar kitabmu Alqur’an, Ayo…!! Bersatulah, kalau tidak kamu termasuk ahli neraka.</p>
<p>“Walladziina sa’au fii aayaatinaa mu’aajiziina ulaa-ika ashhaabul jahiim.</p>
<p>Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan; mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka.”</p>
<p>Penulis : Muhammad Rudi Aulia<br />
Dept. Seni &amp; Budaya HIMPASS</p>
<p>*Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar dan menyesatkan yang lain. Sungguh hal yang demikian membuat kerusakan dimuka bumi.</p>
<p>Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang alim lagi ‘abid.*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Berbaiat dengan Imam Mahdi oleh hariyanto27</title>
		<link>http://aguss2007.wordpress.com/2008/08/28/berbaiat-dengan-imam-mahdi/#comment-12</link>
		<dc:creator>hariyanto27</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 19:09:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aguss2007.wordpress.com/?p=56#comment-12</guid>
		<description>Artinya :

“Hai kaum kami dengarkanlah orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah kepadanya niscaya Allah mengampuni kamu akan dosa-dosamu dan menyelamatkan kamu dari siksaan yang pedih”. (Al Ahqaf, ayat 31)

Ayat tersebut di atas Allah telah mengatakan agar kamu sekalian manusia (kaum); tidak perduli kamu dari golongan apapun, apakah itu Hindu, Budha, Nasrani atau yang lain bahkan Islam itu sendiri, juga apakah itu orang Thariqat, hakikat, syariat, atau ma’rifat dsb. Allah memerintahkan kamu agar mengikuti Orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah (beriman) kepadanya. Artinya orang itu hanya semata-mata mengajak kamu kepada Allah bukan mengajak kamu kepada yang lain, apakah itu ilmu ataupun amal yang selama ini kamu jalani. Lebih jelasnya buat kamu sekalian, bahwa Orang Itu sebenarnya mengemban tugas dari Allah untuk

 

menyatukan umat dan untuk membesarkan Allah semata-mata. Dan percayalah (beriman) kepadanya sebab dialah Orang yang menjelaskan ayat-ayat Tuhan kepadamu, dan seorang Khalifah dimuka bumi untuk diikuti dan menjadi petunjuk dan pedoman bagi kamu selaku manusia

 

 

Artinya :

“Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertaqwa dan supaya kamu mendapat rahmat”. (Al A’raaf ; 63)

 

Dan tentang kedatangannya kamu tidak usah heran atau bingung apalagi meragukannya, melainkan kamu dituntut ikut kepadanya,

 

Orang Itu merupakan kabar gembira bagi orang yang percaya (beriman), sekaligus peringatan bagi orang yang ingkar (kafir), untuk apa dibuatkan demikian!. Supaya dia memberi pringatan kepada kamu sekalian manusia sekarang ini, seperti dahulupun telah pula ada orang yang memberi peringatan seperti ini agar kamu benar-benar bertakwa dan mendapat rahmat dari Allah SWT.

Jangan lagi kamu katakan sekarang ini, apabila Orang Itu membacakan Kalam-kalam Qadim (Al Qur`an), kamu mengatakan “ini dulu, sekarang mana ada lagi seperti ini”, Sebab :

 

Artinya :

“Ketika dibacakan kepadanya ayat-ayat kami mereka berkata ini hanya dongengan orang-orang dahulu kala”

(Al Qalam; 15)

 

Kenyataan kamu memang demikian sering kali mengatakan apa yang ada di AlQur’an itu hanya untuk orang dahulu, jika begitulah hal keadaannya kamu berikan saja Kitab ini kepada orang dulu, padahal sebenarnya “Alqur’an itu tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. Yang lebih hebatnya lagi sekarang ada segelintir orang yang pandai dalam berbahasa arab mereka bahkan sanggup menjual ayat-ayat Al Qur’an dengan harga yang sedikit,

Kami sangat menegaskan kepada saudara-saudara, tuan-tuan, dan umat manusia yang lain, untuk berpikir dan menggunakan akalnya dan lihatlah apakah dirimu itu yang tergolong orang-orang yang mendustakan ayat-ayatnya serta menolak dan mengingkari kedatangan Orang Itu.

Jika demikian bersegeralah kamu kepada taubat dengan sebenar-benar taubat bagaimanakah itu ? datangi Orang Itu. Rasullullah SAW bersabda : “setelah Aku ini ikutilah ulama karena ulama itu adalah pewaris para nabi”. Kamu memang dituntut untuk percaya tidak sebatas kepada rasul saja namun kepada penerusnya apakah itu Ulama , Khalifah, Imam, Syeikh, Saksi, yang mereka itu semua adalah pemimpin umat, yang kedatangan mereka harus kau ikuti bukan malah sebaliknya, menentangnya.

Dan memang banyak dalam riwayat dikisahkan kedatangan orang-orang itu, manusia dimuka bumi atau kamu senantiasa menolaknya, Syeikh Abdurrauf Singkli (Syeikh Kuala ) Aceh diusir dari kampungnya, Imam Ghozali difitnah bahkan dimusuhi, Imam Syafii dicambuki oleh Sultan hanya untuk mengatakan Al Qur’an ini Qadim (sedia) Syeikh Besilam juga demikian difitnah memakan harta murid-muridnya, dan sekarang telah datang dikotamu penerusnya yang membacakan ayat-ayat Al Qur’an kepadamu dengan nyata, namun kamu lempari rumahnya dengan batu bahkan kamu musuhi dan mengatakan itu ajaran sesat. Apakah kamu yang benar itu ?

Jika kamu benar ajaklah manusia kepada Allah jika kau sanggup, kamipun akat ikut kepadamu jika kau benar!.. karena kita tidak buat umat berpecah belah namun agar jadi satu dan bertasbih kepada Allah serta membesarkan agamanya dan menguatkannya, tapi kalau tidak bisa mengapa kamu harus menyombongkan diri. Itu menandakan bukan kamu orang yang dimaksud itu!… mengerti.

Ketika mereka (Imam, Syekh, Ulama) itu wafat kamu selalu memujinya, padahal sebagian kamu bukan pengikutnya ketika itu, bisa jadi penentangnya, yang lebih tololnya lagi kuburannya pun kamu sembah (Syeikh Abdurrauf Singkli) bahkan ada yang Memberikan uang (duit) (syeikh Besilam). Entah apa yang ada didalam otak manusia ini dikiranya hal yang demikian akan membawakan berkah dan rahmat baginya, padahal ayat tersebut diatas sudah jelas ketika ia hiduplah kamu ikut kepadanya (percaya) maka kamu dapat rahmat, kalau sudah wafat apanya yang sama kamu?, ikutilah penerusnya. Dan sekarang telah ada orang yang menyeru kepada Allah apakah kamu tetap pada pendirian kamu ?.. jika demikian tunggulah janji Allah terhadap orang-orang yang menolak kedatangan Orang Itu.

Dan Allah SWT berfirman:

 

 

 

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal Allah belum membuktikan siapa-siapa orang yang berjihad diantara kamu dan siapa yang sabar”

(Ali Imran ; 142)

ayat tersebut diatas Allah sangat menekankan dan sangat mempertegas tentang hal siapa orang-orang yang berhak masuk surga. Jika belum nampak bagi Allah bahwa kamu berjuang untuk-Nya, maka jangan kamu katakan kamu masuk surga. Terkadang dan kebanyakan dari manusia ini selalu mangatakan hal demikian, bahkan ada yang mengatakan “kami tidak akan disentuh api neraka melainkan hanya sebentar saja!…., Kapan kamu mendapat janji dari Allah bahwa kamu tidak akan masuk neraka sehingga Allah tidak memungkiri janjinya “(Al Baqarah, 80)

 

 

 

Bagaimanakah berjanji kepada Allah ? , sangat mudah sekali, kamu datangi saja Utusannya (Rasul), atau penerusnya (Pemimpin) yang dari kamu itu, nah dia itulah yang akan mengambil janji kepadamu sehingga kamu sudah berjanji kepada Allah.

Itulah yang dinamakan kamu mengambil janji dari sisi Allah atau Tali Allah atau Waliullah, maksud dari sisi Allah atau Tali Allah itu bukan seperti yang ada dalam otak kamu, jangan berpikir nanti tali Allah itu terjulur dari langit kebumi, bukan…bukan itu. Namun tali Allah itu maksudnya adalah penerus-penerus risalah ketuhanan baik itu dari Adam As sampai kepada Muhammad SAW anak ‘abdullah dan Dari Muhammad SAW anak ‘abdullah sampai kepada para ulama dan Pemimpin-pemimpin umat seterusnya.

Jadi demikian yang dapat kami sampaikan, sebagai kesimpulan jika kamu menolak bahkan menentang kedatangan orang itu atau penerus itu maka sungguh Allah menetapkan Azab yang pedih, dan kami mengkhabarkan hal demikian untuk menyatakan kepada tuan-tuan dan saudara-saudara sekalian bahwa pemimpin dan orang itu telah datang dikota ini yang menjelaskan dan membacakan ayat-ayat Tuhan itu dengan nyata kepada kamu sekalian.

Dan kami juga menyimpulkan ambillah janji dari sisi Allah, agar apapun yang kamu katakan memang tidak dusta lagi, jika tidak, Allah sendiri akan mengazabmu dan jangan pernah lagi mengatakan bahwa kamu akan masuk surga padahal kamu tidak pernah berjihad. Bahkan kamu lebih mencintai harta benda, istri-istrimu, anak-anakmu, bapak-bapakmu, nenek-nenek moyangmu daripada Allah. Maka nyatalah bagi kami bahwa kamu adalah pembohong yang besar.

 

 

 

 

Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku

 

 

 

 

Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri –sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar. Sungguh hal demikian adalah membuat kerusakan dimuka bumi.

Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang berilmu juga alim.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artinya :</p>
<p>“Hai kaum kami dengarkanlah orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah kepadanya niscaya Allah mengampuni kamu akan dosa-dosamu dan menyelamatkan kamu dari siksaan yang pedih”. (Al Ahqaf, ayat 31)</p>
<p>Ayat tersebut di atas Allah telah mengatakan agar kamu sekalian manusia (kaum); tidak perduli kamu dari golongan apapun, apakah itu Hindu, Budha, Nasrani atau yang lain bahkan Islam itu sendiri, juga apakah itu orang Thariqat, hakikat, syariat, atau ma’rifat dsb. Allah memerintahkan kamu agar mengikuti Orang yang menyeru kepada Allah dan percayalah (beriman) kepadanya. Artinya orang itu hanya semata-mata mengajak kamu kepada Allah bukan mengajak kamu kepada yang lain, apakah itu ilmu ataupun amal yang selama ini kamu jalani. Lebih jelasnya buat kamu sekalian, bahwa Orang Itu sebenarnya mengemban tugas dari Allah untuk</p>
<p>menyatukan umat dan untuk membesarkan Allah semata-mata. Dan percayalah (beriman) kepadanya sebab dialah Orang yang menjelaskan ayat-ayat Tuhan kepadamu, dan seorang Khalifah dimuka bumi untuk diikuti dan menjadi petunjuk dan pedoman bagi kamu selaku manusia</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepada kamu peringatan dari Tuhanmu dengan perantaraan seorang laki-laki dari golonganmu agar dia memberi peringatan kepadamu dan mudah-mudahan kamu bertaqwa dan supaya kamu mendapat rahmat”. (Al A’raaf ; 63)</p>
<p>Dan tentang kedatangannya kamu tidak usah heran atau bingung apalagi meragukannya, melainkan kamu dituntut ikut kepadanya,</p>
<p>Orang Itu merupakan kabar gembira bagi orang yang percaya (beriman), sekaligus peringatan bagi orang yang ingkar (kafir), untuk apa dibuatkan demikian!. Supaya dia memberi pringatan kepada kamu sekalian manusia sekarang ini, seperti dahulupun telah pula ada orang yang memberi peringatan seperti ini agar kamu benar-benar bertakwa dan mendapat rahmat dari Allah SWT.</p>
<p>Jangan lagi kamu katakan sekarang ini, apabila Orang Itu membacakan Kalam-kalam Qadim (Al Qur`an), kamu mengatakan “ini dulu, sekarang mana ada lagi seperti ini”, Sebab :</p>
<p>Artinya :</p>
<p>“Ketika dibacakan kepadanya ayat-ayat kami mereka berkata ini hanya dongengan orang-orang dahulu kala”</p>
<p>(Al Qalam; 15)</p>
<p>Kenyataan kamu memang demikian sering kali mengatakan apa yang ada di AlQur’an itu hanya untuk orang dahulu, jika begitulah hal keadaannya kamu berikan saja Kitab ini kepada orang dulu, padahal sebenarnya “Alqur’an itu tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. Yang lebih hebatnya lagi sekarang ada segelintir orang yang pandai dalam berbahasa arab mereka bahkan sanggup menjual ayat-ayat Al Qur’an dengan harga yang sedikit,</p>
<p>Kami sangat menegaskan kepada saudara-saudara, tuan-tuan, dan umat manusia yang lain, untuk berpikir dan menggunakan akalnya dan lihatlah apakah dirimu itu yang tergolong orang-orang yang mendustakan ayat-ayatnya serta menolak dan mengingkari kedatangan Orang Itu.</p>
<p>Jika demikian bersegeralah kamu kepada taubat dengan sebenar-benar taubat bagaimanakah itu ? datangi Orang Itu. Rasullullah SAW bersabda : “setelah Aku ini ikutilah ulama karena ulama itu adalah pewaris para nabi”. Kamu memang dituntut untuk percaya tidak sebatas kepada rasul saja namun kepada penerusnya apakah itu Ulama , Khalifah, Imam, Syeikh, Saksi, yang mereka itu semua adalah pemimpin umat, yang kedatangan mereka harus kau ikuti bukan malah sebaliknya, menentangnya.</p>
<p>Dan memang banyak dalam riwayat dikisahkan kedatangan orang-orang itu, manusia dimuka bumi atau kamu senantiasa menolaknya, Syeikh Abdurrauf Singkli (Syeikh Kuala ) Aceh diusir dari kampungnya, Imam Ghozali difitnah bahkan dimusuhi, Imam Syafii dicambuki oleh Sultan hanya untuk mengatakan Al Qur’an ini Qadim (sedia) Syeikh Besilam juga demikian difitnah memakan harta murid-muridnya, dan sekarang telah datang dikotamu penerusnya yang membacakan ayat-ayat Al Qur’an kepadamu dengan nyata, namun kamu lempari rumahnya dengan batu bahkan kamu musuhi dan mengatakan itu ajaran sesat. Apakah kamu yang benar itu ?</p>
<p>Jika kamu benar ajaklah manusia kepada Allah jika kau sanggup, kamipun akat ikut kepadamu jika kau benar!.. karena kita tidak buat umat berpecah belah namun agar jadi satu dan bertasbih kepada Allah serta membesarkan agamanya dan menguatkannya, tapi kalau tidak bisa mengapa kamu harus menyombongkan diri. Itu menandakan bukan kamu orang yang dimaksud itu!… mengerti.</p>
<p>Ketika mereka (Imam, Syekh, Ulama) itu wafat kamu selalu memujinya, padahal sebagian kamu bukan pengikutnya ketika itu, bisa jadi penentangnya, yang lebih tololnya lagi kuburannya pun kamu sembah (Syeikh Abdurrauf Singkli) bahkan ada yang Memberikan uang (duit) (syeikh Besilam). Entah apa yang ada didalam otak manusia ini dikiranya hal yang demikian akan membawakan berkah dan rahmat baginya, padahal ayat tersebut diatas sudah jelas ketika ia hiduplah kamu ikut kepadanya (percaya) maka kamu dapat rahmat, kalau sudah wafat apanya yang sama kamu?, ikutilah penerusnya. Dan sekarang telah ada orang yang menyeru kepada Allah apakah kamu tetap pada pendirian kamu ?.. jika demikian tunggulah janji Allah terhadap orang-orang yang menolak kedatangan Orang Itu.</p>
<p>Dan Allah SWT berfirman:</p>
<p>“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal Allah belum membuktikan siapa-siapa orang yang berjihad diantara kamu dan siapa yang sabar”</p>
<p>(Ali Imran ; 142)</p>
<p>ayat tersebut diatas Allah sangat menekankan dan sangat mempertegas tentang hal siapa orang-orang yang berhak masuk surga. Jika belum nampak bagi Allah bahwa kamu berjuang untuk-Nya, maka jangan kamu katakan kamu masuk surga. Terkadang dan kebanyakan dari manusia ini selalu mangatakan hal demikian, bahkan ada yang mengatakan “kami tidak akan disentuh api neraka melainkan hanya sebentar saja!…., Kapan kamu mendapat janji dari Allah bahwa kamu tidak akan masuk neraka sehingga Allah tidak memungkiri janjinya “(Al Baqarah, 80)</p>
<p>Bagaimanakah berjanji kepada Allah ? , sangat mudah sekali, kamu datangi saja Utusannya (Rasul), atau penerusnya (Pemimpin) yang dari kamu itu, nah dia itulah yang akan mengambil janji kepadamu sehingga kamu sudah berjanji kepada Allah.</p>
<p>Itulah yang dinamakan kamu mengambil janji dari sisi Allah atau Tali Allah atau Waliullah, maksud dari sisi Allah atau Tali Allah itu bukan seperti yang ada dalam otak kamu, jangan berpikir nanti tali Allah itu terjulur dari langit kebumi, bukan…bukan itu. Namun tali Allah itu maksudnya adalah penerus-penerus risalah ketuhanan baik itu dari Adam As sampai kepada Muhammad SAW anak ‘abdullah dan Dari Muhammad SAW anak ‘abdullah sampai kepada para ulama dan Pemimpin-pemimpin umat seterusnya.</p>
<p>Jadi demikian yang dapat kami sampaikan, sebagai kesimpulan jika kamu menolak bahkan menentang kedatangan orang itu atau penerus itu maka sungguh Allah menetapkan Azab yang pedih, dan kami mengkhabarkan hal demikian untuk menyatakan kepada tuan-tuan dan saudara-saudara sekalian bahwa pemimpin dan orang itu telah datang dikota ini yang menjelaskan dan membacakan ayat-ayat Tuhan itu dengan nyata kepada kamu sekalian.</p>
<p>Dan kami juga menyimpulkan ambillah janji dari sisi Allah, agar apapun yang kamu katakan memang tidak dusta lagi, jika tidak, Allah sendiri akan mengazabmu dan jangan pernah lagi mengatakan bahwa kamu akan masuk surga padahal kamu tidak pernah berjihad. Bahkan kamu lebih mencintai harta benda, istri-istrimu, anak-anakmu, bapak-bapakmu, nenek-nenek moyangmu daripada Allah. Maka nyatalah bagi kami bahwa kamu adalah pembohong yang besar.</p>
<p>Jika Kamu Mencintai Allah Dan Rasulnya Maka Ikutilah Aku</p>
<p>Sekarang kami membuka pintu untuk berdiskusi, musyawarah ataupun pertemuan wadah lainnya baik itu diundang atau mengundang. Yang tujuannya agar umat ini bersatu, dan mempunyai pemimpin (Ulama, imam, Khalifah, dsb). Tidak beribadah sendiri –sindiri atau menganggarkan ilmunya masing-masing dan menyatakan mereka paling benar. Sungguh hal demikian adalah membuat kerusakan dimuka bumi.</p>
<p>Seruan kami ini untuk semua kalangan apakah itu muda maupun tua, kaya atau miskin, pintar atau bodoh, bahkan untuk orang yang berilmu juga alim.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Bersiap-Siaga Mengantisipasi Munculnya Imam Mahdi oleh zal</title>
		<link>http://aguss2007.wordpress.com/2008/08/21/bersiap-siaga-mengantisipasi-munculnya-imam-mahdi/#comment-11</link>
		<dc:creator>zal</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 16:57:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aguss2007.wordpress.com/?p=53#comment-11</guid>
		<description>::masalahnya, apakah dapt dengan mudah dipercayai, jika Beliau hadir dihadapan kita dan berkata &quot;akulah adalah Khalifatullah Al-Mahdi&quot;...???

::sampai kesimpulan saya, jika Allah Ta&#039;ala hadirpun dihadapan dan berkata &quot;AKUlah Allah Tuhanmu&quot;, jika bukan lantaran Allah mengenalkan melalui hati si hamba...engga bakalan dipercayai

Bukan apa-apa, sebab manusia lebih menghargai pengetahuan, untuk sekedar diketahui, lalu melakukan hal-hal yang difahami sebagai perbuatan ibadah, ketimbang keberanian sebagaimana Nabullah Ibrahim meminta bukti kepada Allah mengenai hal yang belum dapat diyakininya meskipun itu hal Allah sendiri...i</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>::masalahnya, apakah dapt dengan mudah dipercayai, jika Beliau hadir dihadapan kita dan berkata &#8220;akulah adalah Khalifatullah Al-Mahdi&#8221;&#8230;???</p>
<p>::sampai kesimpulan saya, jika Allah Ta&#8217;ala hadirpun dihadapan dan berkata &#8220;AKUlah Allah Tuhanmu&#8221;, jika bukan lantaran Allah mengenalkan melalui hati si hamba&#8230;engga bakalan dipercayai</p>
<p>Bukan apa-apa, sebab manusia lebih menghargai pengetahuan, untuk sekedar diketahui, lalu melakukan hal-hal yang difahami sebagai perbuatan ibadah, ketimbang keberanian sebagaimana Nabullah Ibrahim meminta bukti kepada Allah mengenai hal yang belum dapat diyakininya meskipun itu hal Allah sendiri&#8230;i</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Adakah Dajjal? oleh iwansyamsumin</title>
		<link>http://aguss2007.wordpress.com/2008/03/11/adakah-dajjal/#comment-9</link>
		<dc:creator>iwansyamsumin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 14:39:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aguss2007.wordpress.com/?p=43#comment-9</guid>
		<description>Sebuah Kisah Fiktif

Seseorang di jaman 100 tahun sebelum Nabi Muhammad, bermimpi tentang masa depan. Dia berkata kepada sahabat-sahabatnya : “….ada sebuah semacam kuda, berkaki empat, kakinya seperti ular melingkar, tubuhnya terbuat dari tembaga yang dituangkan, tidak makan, hanya minum air berbau tajam, berjalan di atas permadani keras berwarna hitam, dindingnya terbuat dari batu yang tembus pandang, empat orang penunggang duduk di atas bangku yang terbuat dari kulit binatang, berjalan cepat sperti batu yang dilemparkan, bersuara gemuruh seperti guntur dan mengeluarkan kabut asap, meninggalkan jejak seperti dua ekor ular besar….”

Ini adalah sebuat ibarat. Bagaimana orang jaman dahulu berkata tentang masa depan. Semuanya mempergunakan perbendaharaan kata dan benda di saat itu. Demikianlah saya kira Hadist tentang Dajjal. Dajjal adalah urusan manusia. Oleh karena itu lebih banyak diterangkan dalam Hadist. Sedangkan dalam Al-quran, Allah memperingatkan manusia, terutama yang telah mengira menciptakan sesuatu yang luar biasa dalam bentuk barang-barang hasil dari pengetahuan dan teknologi, sehingga menjadi fitnah, dan menjauh dari kebenaran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah Kisah Fiktif</p>
<p>Seseorang di jaman 100 tahun sebelum Nabi Muhammad, bermimpi tentang masa depan. Dia berkata kepada sahabat-sahabatnya : “….ada sebuah semacam kuda, berkaki empat, kakinya seperti ular melingkar, tubuhnya terbuat dari tembaga yang dituangkan, tidak makan, hanya minum air berbau tajam, berjalan di atas permadani keras berwarna hitam, dindingnya terbuat dari batu yang tembus pandang, empat orang penunggang duduk di atas bangku yang terbuat dari kulit binatang, berjalan cepat sperti batu yang dilemparkan, bersuara gemuruh seperti guntur dan mengeluarkan kabut asap, meninggalkan jejak seperti dua ekor ular besar….”</p>
<p>Ini adalah sebuat ibarat. Bagaimana orang jaman dahulu berkata tentang masa depan. Semuanya mempergunakan perbendaharaan kata dan benda di saat itu. Demikianlah saya kira Hadist tentang Dajjal. Dajjal adalah urusan manusia. Oleh karena itu lebih banyak diterangkan dalam Hadist. Sedangkan dalam Al-quran, Allah memperingatkan manusia, terutama yang telah mengira menciptakan sesuatu yang luar biasa dalam bentuk barang-barang hasil dari pengetahuan dan teknologi, sehingga menjadi fitnah, dan menjauh dari kebenaran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Menanti Imam Mahdi di Makkah (Bag.1) oleh hariyanto27</title>
		<link>http://aguss2007.wordpress.com/2008/01/03/menanti-imam-mahdi-di-makkah-bag1/#comment-8</link>
		<dc:creator>hariyanto27</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Apr 2008 20:42:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aguss2007.wordpress.com/2008/01/03/menanti-imam-mahdi-di-makkah-bag1/#comment-8</guid>
		<description>KHUTHBAH SHALAT ‘IDUL ADHHA
Tahun 1428 H / 2007 M
Oleh ALJABIR 
PEMIMPIN AKHIR ZAMAN
 
 
Allaahu Akbar ….9 x, Allaahu akbar kabira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, allaahu akbar wa lillaahil hamd Alhamdulillaahilladzii arsala rasuulahu bil hudaa wa diinil haq, liyuzhhirahuu ‘alad diini kullihii walau karihal musyrikuun. Ashhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah wa ashhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allahumma shalli wa sallim wa baarik ’alaa saiyyidinaa Muhammad, wa ’alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin.
 
Amma ba’du, fayaa ‘ibaadallaah, ittaqullaaha haqqa tuqaatih wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa aiyyuhalladziina aamanuu, athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri minkum; fa in tanaaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaahi war rasuuli inkuntum tu`minuuna billaahi wal yaumil aakhir; dzaalika khairun wa ahsanu ta`wiila. Qaalallaahu ta’aala fii kitaabihil kariim, A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu sesungguhnya telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa yang hak, Maka Adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?. Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka Tuhan-Tuhan yang mereka ada-adakan.
 
Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
Dikumandangkan kepada kamu sekalian Pemberitaan yang dari Tuhanmu ini, supaya kamu mengetahui bahwa sekalian umat manusia ini sedang menunggu kedatangan seorang anak manusia yang ianya memerintah dikerajaan Bumi Allah ini dengan Kalam Tuhannya. Semua manusia menunggu kedatangan seorang anak manusia yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Semua manusia menunggu seorang anak manusia yang dapat menyatukan semua manusia dimuka bumi ini dengan menjalankan apa yang mereka sangka adalah suatu kebenaran.
 
Sebahagian manusia menunggu kemunculan Imam Mahdi yang sangat mereka yakini Imam Mahdi akan memimpin mereka memerangi orang kafir. Sebahagian manusia menunggu turunnya ‘Isa dari langit yang sanggup membunuh Almasihud Dajjal. Sebahagian manusia menunggu kedatangan sang Ratu Adil sehingga memerintah Indonesia ini dengan adil. Ada yang menunggu reinkarnasinya sang Buda Sidarta Gautama sehingga bumi dipenuhi dengan keindahan budi pekerti. Ada yang menunggu Kresna kembali meluncurkan anak panahnya yang sanggup menembus jantung dan hati orang-orang yang durjana. Dan banyak nama lagi yang ditunggu manusia di muka buni ini.
 
Semua nama yang kamu tunggu-tunggu itu tak lain tak bukan adalah nama Allah yang menciptakan langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya, bahkan yang menciptakan dirimu, bahwa dengan namaNya aku menyampaikan kepadamu sekalian salam dari Tuhan yang Maha Penyayang. Dengan kasih sayang Tuhanmu, maka aku datang kehadapanmu sekalian menyampaikan apa yang dari padaNya, supaya kamu mau bersatu dalam kasih sayang Tuhan.
 
Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga tidak ada yang membantah melainkan orang-orang kafir. Aku datang bukan memerangi orang kafir seperti yang kamu kata orang lain adalah orang kafir, sehingga berusaha kamu dengan berbagai cara membunuh, memfitnah bahkan mengusir orang dari kediamannya yang ini sangat dilarang oleh Alqur`an namun kebanyakan kamu menyangka ini adalah perbuatan yang mulia. Kebanyakan kamu mengikuti langkah syaithan yang memandang baik perbuatan yang buruk dan sebaliknya memandang buruk perbuatan yang baik.
 
Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga nyata Dajjal yang selama ini bersembunyi dengan kebohongan-kebohongan dalam agama. Maka setelah nyata Dajjal, mudah-mudahan para pengikutnya mau diajak kepada agama Allah. Mereka membuat kebohongan dengan mengatakan: “taqwalah kamu kepada Allah dan Rasul” sehingga samar entah siapa yang mau diikut karena Rasulnya tidak ada lagi. Akhirnya mereka hanya berpedoman dengan ilmu, amal, ibadah, yang telah mereka perbuat sedari nenek moyang mereka. Jika ada yang berbuat tak seperti ilmu, amal, dan ibadah, yang mereka perbuat, maka difatwakanlah sesorang tersebut kafir atau sesat atau dengan kalimat-kalimat keji lainnya.
 
Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga ketika aku mengumandangkan sama seperti apa yang dikumandangkan pendahulu-pendahulu sebelumku yaitu pewaris Nabi-Nabi: “taqwalah kamu sekalian kepada Allah dan Rasul”, maka orang yang beriman sangat mengetahui siapa yang diikutinya. Mereka tidak menyombongkan diri dengan ilmu yang telah dituntutnya, tidak menyombongkan diri dengan amal yang telah diperbuatnya, tidak menyombongkan diri dengan ibadah yang dikhidmatkannya, dengan kekuasaan yang sedang dijabatnya, dengan harta hasil usahanya, dsb. Bahkan mereka berserah diri, menundukkan diri, taslim, Islam, seraya berikrar dengan lisannya: “Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah” “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah”.
 
Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga setelah kamu mengikutiku, maka kamu akan berbuat dengan apa yang disenangi Tuhanmu. Kamu akan sangat segan dan takut berbuat apa yang dilarang Tuhanmu, begitulah akhirnya orang-orang yang beriman mempunyai budi pekerti yang indah dan luhur sesuai atas petunjuk Allah dan Rasul, bukan hanya sekedar dengan petunjuk akal nafsu yang selama ini diperolehnya dari yang diketahuinya.
 
Aku datang mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga tersentuhlah hati orang-orang yang mencari kebenaran. Tersadarlah mereka dari apa yang selama ini mereka perbuat. Orang lalai tersadarkan bahwa sia-sia apa yang mereka perbuat sedang mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat yang sebaik-baiknya. Bahkan masuk neraka bagi orang-orang yang shalat, ketika dikumandangkan Alqur`an mereka masih mengatakan: “sebelumnya ini sungguh telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami dengan membawa kebenaran”. Pada hal aku tidak pernah mengatakan dulu belum pernah datang Rasul, bahkan aku membenarkan Rasul-Rasul terdahulu yang mereka juga mengumandangkan seperti apa yang aku kumandangkan sekarang ini kepadamu. Namun orang lalai sedari dulunya marah ketika diberi peringatan dengan Kalam-Kalam Tuhan. Mereka tetap bertahan dengan apa yang yang mereka dapatkan dari nenek-nenek moyang mereka menyembah walaupun nenek moyang mereka tidak sekalipun mau berfikir melainkan hanya dogma-dogma dan tidak pernah mendapatkan petunjuk dari Allah melainkan thagut dengan iming-iming surga.
 
Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
Thagut dengan si Dajjalnya membuatkan dogma dan iming-iming kepada pengikutnya, mudah-mudahan kita mendapat syafaat di yaumil akhir kelak pada seiap khuthbah Jum’at atau ketika mereka berpidato dsb. Padahal tidak berhak mereka mendapat syafa’at melainkan orang yang telah mendapatkan janji dari sisi Tuhan yang Pengasih. Thagut dan si Dajjalnya membuatkan dogma dan iming-iming kepada pengikutnya bahwa jika mereka mengamalkan amalan shalih seperti apa yang diamalkan salama ini mereka akan masuk surga. Padahal Apakah kamu menyangka bahwa kamu masuk surga sebelum didatangkan apa yang didatangkan kepada orang sebelum kamu, sehingga Rasul dan orang-orang yang percaya bersamanya berkata: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ketahuilah, pertolongan Allah amat dekat.
 
Sungguh mereka merugikan diri mereka sendiri dengan mengikuti dogma-dogma thagut, iming-iming Dajjal yang dengan fitnahnya yang paling populer :
•	Rasul tidak ada lagi, padahal dengan keberadaan Rasul ditengah-tengah kamu itulah sebagai syarat bahwa ada surga sebagai cita-cita orang berakal.
•	Wahyu tidak ada lagi, supaya ketika aku kumandangkan Wahyu Ilahi, Kalam Allah, Alqur`an kamu membantahnya dengan ilmu, amal dan ibadah.
•	Pemimpin tidak wajib dipatuhi, sehingga kamu membuat kerusakan dimuka bumi Allah ini dengan kedok beramal shalih.
 
Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
Wahai orang-orang yang lalai, sungguh kamu telah merugikan dirimu sendiri dan sis-sialah, rusak binasalah apa yang selama ini kamu ada-adakan ketika aku sampaikan kepada kamu sekalian pemberitaan kebenaran Alqur`an ini kamu masih dilalaikan dengan mengatakan: “Dulu telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa kebenaran”. Lenyaplah dari mereka Tuhan-Tuhan yang mereka ada-adakan dengan mentiadakan Rasul setelahnya dan mentiadakan Pemimpin yang dipatuhi. Mereka mengada-adakan Tuhan yang namanya Allah tapi mentiadakan Rasul dan Pemimpin, padahal Tuhan memang ada yang namanya Allah, terbukti dengan didatangkannya Rasul untuk memimpin manusia dimuka bumi Allah ini. Jika penduduk negri ini beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akan bukakan ke atas mereka keberkatan dari langit dan bumi, namun mereka masih meragukan bahkan mendustakan, maka Kami ‘adzab mereka dengan isu pemanasan global disebabkan perbuatannya yang meragukan dan mendustakan.
Aku undang Ratu Balqis, Pemimpin negri ini, dengan Kalam Tuhan:
 
Innahuu min sulaimaana wa innahuu bismillaahir rahmaanir rahiim.
Allaa ta’luu ‘alaiyya wa`tuunii muslimiin.
 
Sesungguhnya surat itu dari SuIaiman dan sesungguhnya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang Islam.”
 
namun yang datang hanya intel-intelnya.
Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.
 
Baarakallaahu lii wa lakum fil qur`aanil ‘azhiim. Wanafa’anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wadzdzikril hakiim. Wataqabbala minnii wa minkum tilaawattahu, innahu huwas samii’ul ‘aliim. Aquulu qauli hadzaa, fastagfiruuh, innallaaha gafuurur rahiim.
 
 
KHUTBAH ke-2
 
Allaahu akbar …7 x kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila. Alhamdulillaahilladzii anzala ‘alaa ‘abdihil kitaaba wa lam yaj’allahu ‘iwaja. 
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu rasuuluh. 
Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii ajma’iin. 
‘amma ba’du fa yaa ‘ibaadallaah : ittaqullaaha mastatha’tum, wa saari’uu ilaa magfiratir rabbil ‘aalamiin. 
Fa qaala ta’aala : innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alannabiyy, yaa aiyyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimu tasliimaa. 
 
Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammad, saiyyidil mursaliin, wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii wa azwaajihii wa dzurriyyatihii ajma’iin. Wardhallaahumma ‘alaa arba’atihil khulafaa-ir raasyidiin, Abii bakrin wa ‘umara wa ‘utsmana wa ‘aliy, wa ‘alaa baqiyyatish shahaabati wattaabi’iin, wa taabi’it taabi’iin waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin, wa ‘alainaa birahmatika yaa arhamar raahimiin.
 
Allaahummashlih wulaati jamii’il muslimiin, wanshuril islaama wal muslimiin, wa ahlikil kafarati wal musyrikiin, wa a’li kalimatika ilaa yaumid diin. 
Allaahummagfir lil muslimiina wal muslimaat, walmu`miniina wal mu`minaat, al ahyaa-i minhum wal amwaat, innaka samii’un qariibun mujiibud da’waat, wa yaa qaadhiyal haajaat. Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta wattaba’nar rasuula faktubnaa ma’asy syaahidiin.
 
‘ibaadallaah. Innallaaha ya`murukum bil ‘adli wal ihsaan, wa iitaa-idzil qur`baa wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal bagy. Ya’iizhukum la’allakum tadzakkaruun, fadzkurullaaha yadzkurkum wad’uuhu yastajiblakum wa ladzikrullaahi akbar. Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.
 
SERUAN PEMIMPIN AKHIR ZAMAN….. AL MAHDI,,,, DIA-LAH MUHAMMAD UTUSAN ALLAH

ALI IMRAN 31
“JIKA BENAR KAMU MENCINTAI ALLAH, IKUTILAH AKU”
Qs. 4 An – Nisa 59
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah ALLAH, dan taatilah Rasul ( Nya ), dan ULIL AMRI diantara kamu.
Kemudian :
Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada ALLAH ( Al Quran ) dan Rasul ( Sunnah Nya ). Jika kamu benar-benar beriman kepada ALLAH dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya.
QS. 4 An Nisa 164
Dan ( Kami telah mengutus ) Rasul-rasul yang sungguh telah kami kisahkan tentang mereka ke padamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara langsung dengan Musa.
QS. 14 Ibrahim 1
Al Qur’an diturunkan kepada manusia untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju alam yang terang benderang ( cahaya yang terang )
Qs. 72 Al – Jinn 16
“Jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan Allah ( Agama ISLAM ) benar-benar kami akan memberi kepada mereka nikmat yang besar.
Qs. 36 Ya Sin 17.
17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.
QS. 36 Ya Sin 21
“Ikutilah orang yang tiada meminta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”.
QS.3 Ali Imran 164
164. Sungguh Allah Telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.
QS. 4 An Nisa 165
Tidak ada alasan untuk membantah Allah (mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
DASAR JANJI SETIA
QS.48 Al Fath 10
QS. 2 Al Bagorah 80,81,82
“ Sudahkah kamu mengambil janji di sisi Allah?”
QS. 48 Al - Fath 10
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia ( Bai’ah) kepada kamu, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. “ Tangan Allah diatas tangan mereka “. Maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri. Dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar.
QS. 16 An - Nahl 89
(Dan ingatlah) akan hari ( ketika ) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan kami datangkan kamu menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan kami turunkan kepadamu Al kitab ( Al Qur’an ) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
QS. 33 Al - Ahjab 46
Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi
QS. 46 Al - Ahgaf 31
Hai kaum kami; terimalah ( seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan ber imanlah kepada Nya, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.
QS. 46 Al - Ahqaf 32
Dan orang yang tidak menerima ( seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.
QS. 5 Al Ma’idah 7
Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjiannya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu mengatakan “ Kami dengar dan kami taati “. Dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)
QS 16 An – Nahl 91
Dan tepatilah perjanjian apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah ( mu ) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan ALLAH sebagai saksimu ( terhadap sumpah-sumpah itu ). Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat.
QS 5 Al – Maidah 3
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.
QS 2 Al – Baqoroh 208
“ Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan “
( ISLAM KAFFAH )</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KHUTHBAH SHALAT ‘IDUL ADHHA<br />
Tahun 1428 H / 2007 M<br />
Oleh ALJABIR<br />
PEMIMPIN AKHIR ZAMAN</p>
<p>Allaahu Akbar ….9 x, Allaahu akbar kabira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, allaahu akbar wa lillaahil hamd Alhamdulillaahilladzii arsala rasuulahu bil hudaa wa diinil haq, liyuzhhirahuu ‘alad diini kullihii walau karihal musyrikuun. Ashhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah wa ashhadu anna muhammadan ‘abduhuu wa rasuuluh. Allahumma shalli wa sallim wa baarik ’alaa saiyyidinaa Muhammad, wa ’alaa aalihii wa shahbihii ajma’iin.</p>
<p>Amma ba’du, fayaa ‘ibaadallaah, ittaqullaaha haqqa tuqaatih wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun. Yaa aiyyuhalladziina aamanuu, athii’ullaaha wa athii’ur rasuula wa ulil amri minkum; fa in tanaaza’tum fii syai-in farudduuhu ilallaahi war rasuuli inkuntum tu`minuuna billaahi wal yaumil aakhir; dzaalika khairun wa ahsanu ta`wiila. Qaalallaahu ta’aala fii kitaabihil kariim, A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillaahir rahmaanir rahiim<br />
Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Quran itu. pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Quran itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu sesungguhnya telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa yang hak, Maka Adakah bagi kami pemberi syafa’at yang akan memberi syafa’at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?. Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka Tuhan-Tuhan yang mereka ada-adakan.</p>
<p>Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.<br />
Dikumandangkan kepada kamu sekalian Pemberitaan yang dari Tuhanmu ini, supaya kamu mengetahui bahwa sekalian umat manusia ini sedang menunggu kedatangan seorang anak manusia yang ianya memerintah dikerajaan Bumi Allah ini dengan Kalam Tuhannya. Semua manusia menunggu kedatangan seorang anak manusia yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Semua manusia menunggu seorang anak manusia yang dapat menyatukan semua manusia dimuka bumi ini dengan menjalankan apa yang mereka sangka adalah suatu kebenaran.</p>
<p>Sebahagian manusia menunggu kemunculan Imam Mahdi yang sangat mereka yakini Imam Mahdi akan memimpin mereka memerangi orang kafir. Sebahagian manusia menunggu turunnya ‘Isa dari langit yang sanggup membunuh Almasihud Dajjal. Sebahagian manusia menunggu kedatangan sang Ratu Adil sehingga memerintah Indonesia ini dengan adil. Ada yang menunggu reinkarnasinya sang Buda Sidarta Gautama sehingga bumi dipenuhi dengan keindahan budi pekerti. Ada yang menunggu Kresna kembali meluncurkan anak panahnya yang sanggup menembus jantung dan hati orang-orang yang durjana. Dan banyak nama lagi yang ditunggu manusia di muka buni ini.</p>
<p>Semua nama yang kamu tunggu-tunggu itu tak lain tak bukan adalah nama Allah yang menciptakan langit dan bumi dan yang ada diantara keduanya, bahkan yang menciptakan dirimu, bahwa dengan namaNya aku menyampaikan kepadamu sekalian salam dari Tuhan yang Maha Penyayang. Dengan kasih sayang Tuhanmu, maka aku datang kehadapanmu sekalian menyampaikan apa yang dari padaNya, supaya kamu mau bersatu dalam kasih sayang Tuhan.</p>
<p>Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.<br />
Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga tidak ada yang membantah melainkan orang-orang kafir. Aku datang bukan memerangi orang kafir seperti yang kamu kata orang lain adalah orang kafir, sehingga berusaha kamu dengan berbagai cara membunuh, memfitnah bahkan mengusir orang dari kediamannya yang ini sangat dilarang oleh Alqur`an namun kebanyakan kamu menyangka ini adalah perbuatan yang mulia. Kebanyakan kamu mengikuti langkah syaithan yang memandang baik perbuatan yang buruk dan sebaliknya memandang buruk perbuatan yang baik.</p>
<p>Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga nyata Dajjal yang selama ini bersembunyi dengan kebohongan-kebohongan dalam agama. Maka setelah nyata Dajjal, mudah-mudahan para pengikutnya mau diajak kepada agama Allah. Mereka membuat kebohongan dengan mengatakan: “taqwalah kamu kepada Allah dan Rasul” sehingga samar entah siapa yang mau diikut karena Rasulnya tidak ada lagi. Akhirnya mereka hanya berpedoman dengan ilmu, amal, ibadah, yang telah mereka perbuat sedari nenek moyang mereka. Jika ada yang berbuat tak seperti ilmu, amal, dan ibadah, yang mereka perbuat, maka difatwakanlah sesorang tersebut kafir atau sesat atau dengan kalimat-kalimat keji lainnya.</p>
<p>Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga ketika aku mengumandangkan sama seperti apa yang dikumandangkan pendahulu-pendahulu sebelumku yaitu pewaris Nabi-Nabi: “taqwalah kamu sekalian kepada Allah dan Rasul”, maka orang yang beriman sangat mengetahui siapa yang diikutinya. Mereka tidak menyombongkan diri dengan ilmu yang telah dituntutnya, tidak menyombongkan diri dengan amal yang telah diperbuatnya, tidak menyombongkan diri dengan ibadah yang dikhidmatkannya, dengan kekuasaan yang sedang dijabatnya, dengan harta hasil usahanya, dsb. Bahkan mereka berserah diri, menundukkan diri, taslim, Islam, seraya berikrar dengan lisannya: “Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaah” “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah”.</p>
<p>Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.<br />
Aku datang kepadamu untuk mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga setelah kamu mengikutiku, maka kamu akan berbuat dengan apa yang disenangi Tuhanmu. Kamu akan sangat segan dan takut berbuat apa yang dilarang Tuhanmu, begitulah akhirnya orang-orang yang beriman mempunyai budi pekerti yang indah dan luhur sesuai atas petunjuk Allah dan Rasul, bukan hanya sekedar dengan petunjuk akal nafsu yang selama ini diperolehnya dari yang diketahuinya.</p>
<p>Aku datang mengumandangkan Kalam Tuhan, sehingga tersentuhlah hati orang-orang yang mencari kebenaran. Tersadarlah mereka dari apa yang selama ini mereka perbuat. Orang lalai tersadarkan bahwa sia-sia apa yang mereka perbuat sedang mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat yang sebaik-baiknya. Bahkan masuk neraka bagi orang-orang yang shalat, ketika dikumandangkan Alqur`an mereka masih mengatakan: “sebelumnya ini sungguh telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami dengan membawa kebenaran”. Pada hal aku tidak pernah mengatakan dulu belum pernah datang Rasul, bahkan aku membenarkan Rasul-Rasul terdahulu yang mereka juga mengumandangkan seperti apa yang aku kumandangkan sekarang ini kepadamu. Namun orang lalai sedari dulunya marah ketika diberi peringatan dengan Kalam-Kalam Tuhan. Mereka tetap bertahan dengan apa yang yang mereka dapatkan dari nenek-nenek moyang mereka menyembah walaupun nenek moyang mereka tidak sekalipun mau berfikir melainkan hanya dogma-dogma dan tidak pernah mendapatkan petunjuk dari Allah melainkan thagut dengan iming-iming surga.</p>
<p>Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.<br />
Thagut dengan si Dajjalnya membuatkan dogma dan iming-iming kepada pengikutnya, mudah-mudahan kita mendapat syafaat di yaumil akhir kelak pada seiap khuthbah Jum’at atau ketika mereka berpidato dsb. Padahal tidak berhak mereka mendapat syafa’at melainkan orang yang telah mendapatkan janji dari sisi Tuhan yang Pengasih. Thagut dan si Dajjalnya membuatkan dogma dan iming-iming kepada pengikutnya bahwa jika mereka mengamalkan amalan shalih seperti apa yang diamalkan salama ini mereka akan masuk surga. Padahal Apakah kamu menyangka bahwa kamu masuk surga sebelum didatangkan apa yang didatangkan kepada orang sebelum kamu, sehingga Rasul dan orang-orang yang percaya bersamanya berkata: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ketahuilah, pertolongan Allah amat dekat.</p>
<p>Sungguh mereka merugikan diri mereka sendiri dengan mengikuti dogma-dogma thagut, iming-iming Dajjal yang dengan fitnahnya yang paling populer :<br />
•	Rasul tidak ada lagi, padahal dengan keberadaan Rasul ditengah-tengah kamu itulah sebagai syarat bahwa ada surga sebagai cita-cita orang berakal.<br />
•	Wahyu tidak ada lagi, supaya ketika aku kumandangkan Wahyu Ilahi, Kalam Allah, Alqur`an kamu membantahnya dengan ilmu, amal dan ibadah.<br />
•	Pemimpin tidak wajib dipatuhi, sehingga kamu membuat kerusakan dimuka bumi Allah ini dengan kedok beramal shalih.</p>
<p>Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.<br />
Wahai orang-orang yang lalai, sungguh kamu telah merugikan dirimu sendiri dan sis-sialah, rusak binasalah apa yang selama ini kamu ada-adakan ketika aku sampaikan kepada kamu sekalian pemberitaan kebenaran Alqur`an ini kamu masih dilalaikan dengan mengatakan: “Dulu telah datang Rasul-Rasul Tuhan kami membawa kebenaran”. Lenyaplah dari mereka Tuhan-Tuhan yang mereka ada-adakan dengan mentiadakan Rasul setelahnya dan mentiadakan Pemimpin yang dipatuhi. Mereka mengada-adakan Tuhan yang namanya Allah tapi mentiadakan Rasul dan Pemimpin, padahal Tuhan memang ada yang namanya Allah, terbukti dengan didatangkannya Rasul untuk memimpin manusia dimuka bumi Allah ini. Jika penduduk negri ini beriman dan bertaqwa, niscaya Kami akan bukakan ke atas mereka keberkatan dari langit dan bumi, namun mereka masih meragukan bahkan mendustakan, maka Kami ‘adzab mereka dengan isu pemanasan global disebabkan perbuatannya yang meragukan dan mendustakan.<br />
Aku undang Ratu Balqis, Pemimpin negri ini, dengan Kalam Tuhan:</p>
<p>Innahuu min sulaimaana wa innahuu bismillaahir rahmaanir rahiim.<br />
Allaa ta’luu ‘alaiyya wa`tuunii muslimiin.</p>
<p>Sesungguhnya surat itu dari SuIaiman dan sesungguhnya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.<br />
Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang Islam.”</p>
<p>namun yang datang hanya intel-intelnya.<br />
Allaahu akbar … Allaahu akbar … Allaahu akbar … wa lillaahil hamd.</p>
<p>Baarakallaahu lii wa lakum fil qur`aanil ‘azhiim. Wanafa’anii wa iyyakum bimaa fiihi minal aayaati wadzdzikril hakiim. Wataqabbala minnii wa minkum tilaawattahu, innahu huwas samii’ul ‘aliim. Aquulu qauli hadzaa, fastagfiruuh, innallaaha gafuurur rahiim.</p>
<p>KHUTBAH ke-2</p>
<p>Allaahu akbar …7 x kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila. Alhamdulillaahilladzii anzala ‘alaa ‘abdihil kitaaba wa lam yaj’allahu ‘iwaja.<br />
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu rasuuluh.<br />
Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii ajma’iin.<br />
‘amma ba’du fa yaa ‘ibaadallaah : ittaqullaaha mastatha’tum, wa saari’uu ilaa magfiratir rabbil ‘aalamiin.<br />
Fa qaala ta’aala : innallaaha wa malaa-ikatahuu yushalluuna ‘alannabiyy, yaa aiyyuhalladziina aamanuu shalluu ‘alaihi wa sallimu tasliimaa. </p>
<p>Allaahumma shallii wa sallim wa baarik ‘alaa saiyyidinaa Muhammad, saiyyidil mursaliin, wa ‘alaa aalihii wa ashhaabihii wa azwaajihii wa dzurriyyatihii ajma’iin. Wardhallaahumma ‘alaa arba’atihil khulafaa-ir raasyidiin, Abii bakrin wa ‘umara wa ‘utsmana wa ‘aliy, wa ‘alaa baqiyyatish shahaabati wattaabi’iin, wa taabi’it taabi’iin waman tabi’ahum bi ihsaanin ilaa yaumid diin, wa ‘alainaa birahmatika yaa arhamar raahimiin.</p>
<p>Allaahummashlih wulaati jamii’il muslimiin, wanshuril islaama wal muslimiin, wa ahlikil kafarati wal musyrikiin, wa a’li kalimatika ilaa yaumid diin.<br />
Allaahummagfir lil muslimiina wal muslimaat, walmu`miniina wal mu`minaat, al ahyaa-i minhum wal amwaat, innaka samii’un qariibun mujiibud da’waat, wa yaa qaadhiyal haajaat. Rabbanaa aamannaa bimaa anzalta wattaba’nar rasuula faktubnaa ma’asy syaahidiin.</p>
<p>‘ibaadallaah. Innallaaha ya`murukum bil ‘adli wal ihsaan, wa iitaa-idzil qur`baa wa yanhaa ‘anil fahsyaa-i wal munkari wal bagy. Ya’iizhukum la’allakum tadzakkaruun, fadzkurullaaha yadzkurkum wad’uuhu yastajiblakum wa ladzikrullaahi akbar. Assalaamu ‘alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh.</p>
<p>SERUAN PEMIMPIN AKHIR ZAMAN….. AL MAHDI,,,, DIA-LAH MUHAMMAD UTUSAN ALLAH</p>
<p>ALI IMRAN 31<br />
“JIKA BENAR KAMU MENCINTAI ALLAH, IKUTILAH AKU”<br />
Qs. 4 An – Nisa 59<br />
Wahai orang-orang yang beriman, taatilah ALLAH, dan taatilah Rasul ( Nya ), dan ULIL AMRI diantara kamu.<br />
Kemudian :<br />
Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada ALLAH ( Al Quran ) dan Rasul ( Sunnah Nya ). Jika kamu benar-benar beriman kepada ALLAH dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibatnya.<br />
QS. 4 An Nisa 164<br />
Dan ( Kami telah mengutus ) Rasul-rasul yang sungguh telah kami kisahkan tentang mereka ke padamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Dan Allah telah berbicara langsung dengan Musa.<br />
QS. 14 Ibrahim 1<br />
Al Qur’an diturunkan kepada manusia untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju alam yang terang benderang ( cahaya yang terang )<br />
Qs. 72 Al – Jinn 16<br />
“Jikalau mereka tetap berjalan lurus diatas jalan Allah ( Agama ISLAM ) benar-benar kami akan memberi kepada mereka nikmat yang besar.<br />
Qs. 36 Ya Sin 17.<br />
17. Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.<br />
QS. 36 Ya Sin 21<br />
“Ikutilah orang yang tiada meminta balasan kepadamu, dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”.<br />
QS.3 Ali Imran 164<br />
164. Sungguh Allah Telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.<br />
QS. 4 An Nisa 165<br />
Tidak ada alasan untuk membantah Allah (mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.<br />
DASAR JANJI SETIA<br />
QS.48 Al Fath 10<br />
QS. 2 Al Bagorah 80,81,82<br />
“ Sudahkah kamu mengambil janji di sisi Allah?”<br />
QS. 48 Al &#8211; Fath 10<br />
Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia ( Bai’ah) kepada kamu, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. “ Tangan Allah diatas tangan mereka “. Maka barang siapa yang melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri. Dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar.<br />
QS. 16 An &#8211; Nahl 89<br />
(Dan ingatlah) akan hari ( ketika ) kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan kami datangkan kamu menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan kami turunkan kepadamu Al kitab ( Al Qur’an ) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.<br />
QS. 33 Al &#8211; Ahjab 46<br />
Dan untuk jadi penyeru kepada agama Allah dengan izin Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi<br />
QS. 46 Al &#8211; Ahgaf 31<br />
Hai kaum kami; terimalah ( seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan ber imanlah kepada Nya, niscaya Allah mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih.<br />
QS. 46 Al &#8211; Ahqaf 32<br />
Dan orang yang tidak menerima ( seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.<br />
QS. 5 Al Ma’idah 7<br />
Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjiannya yang telah diikatNya dengan kamu, ketika kamu mengatakan “ Kami dengar dan kami taati “. Dan bertaqwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)<br />
QS 16 An – Nahl 91<br />
Dan tepatilah perjanjian apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah ( mu ) itu sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan ALLAH sebagai saksimu ( terhadap sumpah-sumpah itu ). Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui apa yang kamu perbuat.<br />
QS 5 Al – Maidah 3<br />
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu.<br />
QS 2 Al – Baqoroh 208<br />
“ Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan “<br />
( ISLAM KAFFAH )</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Al Baqarah ( Ayat 164 &#8211; 176 ) oleh Al Baqarah ( Ayat 164 - 176 ) &#124; Medical News</title>
		<link>http://aguss2007.wordpress.com/2008/01/31/al-baqarah-ayat-164-176/#comment-7</link>
		<dc:creator>Al Baqarah ( Ayat 164 - 176 ) &#124; Medical News</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Jan 2008 05:32:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aguss2007.wordpress.com/?p=28#comment-7</guid>
		<description>[...] Read the rest of this great post here [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Read the rest of this great post here [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Menanti Imam Mahdi di Makkah (Bag.1) oleh aboutmiracle</title>
		<link>http://aguss2007.wordpress.com/2008/01/03/menanti-imam-mahdi-di-makkah-bag1/#comment-6</link>
		<dc:creator>aboutmiracle</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 12:06:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aguss2007.wordpress.com/2008/01/03/menanti-imam-mahdi-di-makkah-bag1/#comment-6</guid>
		<description>salam...

sebelum kedatangan Mahdiyul Muntazar, maka akan didahului dengan kedatangan Fata At Tamimi, Pemuda Bani Tamim ( satria piningit ) yang akan mendapat kekuasaan di TIMUR dan pemegang Panji2 Al Mahdi. Maka darinya diserahkan kekuasaan itu kepada Al Mahdi dalam hanya satu malam. Kenapa satu malam? Karena Tapak pemerintahan Al Mahdi sudah dibuat terlebih dahulu oleh Fata At Tamimi. Fata At Tamimi jugalah yang memiliki 313 lelaki yang disebut oleh Rasulullah sebagai AL IKHWAN...

here&#039;s the hadeets...

~ From Ibnu Umar r.a. that Rasulullah (pbuh), whilst holding the hand of Sayidina Ali, said: “It will emerge from this sulbi (basis of descendance), a man who will fill the earth with justice (Al Mahdi). And so, when you are convinced of such, you must endeavour to be with the Prince of Bani Tamim. Verily he comes from the East and he is the holder of the standards of Al Mahdi.” (Narrated by At-Tabrani)

silakan kunjungi juga blog saya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam&#8230;</p>
<p>sebelum kedatangan Mahdiyul Muntazar, maka akan didahului dengan kedatangan Fata At Tamimi, Pemuda Bani Tamim ( satria piningit ) yang akan mendapat kekuasaan di TIMUR dan pemegang Panji2 Al Mahdi. Maka darinya diserahkan kekuasaan itu kepada Al Mahdi dalam hanya satu malam. Kenapa satu malam? Karena Tapak pemerintahan Al Mahdi sudah dibuat terlebih dahulu oleh Fata At Tamimi. Fata At Tamimi jugalah yang memiliki 313 lelaki yang disebut oleh Rasulullah sebagai AL IKHWAN&#8230;</p>
<p>here&#8217;s the hadeets&#8230;</p>
<p>~ From Ibnu Umar r.a. that Rasulullah (pbuh), whilst holding the hand of Sayidina Ali, said: “It will emerge from this sulbi (basis of descendance), a man who will fill the earth with justice (Al Mahdi). And so, when you are convinced of such, you must endeavour to be with the Prince of Bani Tamim. Verily he comes from the East and he is the holder of the standards of Al Mahdi.” (Narrated by At-Tabrani)</p>
<p>silakan kunjungi juga blog saya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Al Baqarah ( Ayat 40 &#8211; 59 ) oleh Al Baqarah ( Ayat 21 - 39 ) &#171; Blog Aguss 2007</title>
		<link>http://aguss2007.wordpress.com/2008/01/09/al-baqarah-ayat-40-59/#comment-5</link>
		<dc:creator>Al Baqarah ( Ayat 21 - 39 ) &#171; Blog Aguss 2007</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 02:20:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aguss2007.wordpress.com/2008/01/09/al-baqarah-ayat-40-59/#comment-5</guid>
		<description>[...] Ayat berikutnya &gt;&gt; [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Ayat berikutnya &gt;&gt; [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Al Baqarah ( Ayat 21 &#8211; 39 ) oleh Al Baqarah ( Ayat 1 - 20 ) &#171; Blog Aguss 2007</title>
		<link>http://aguss2007.wordpress.com/2008/01/05/al-baqarah-ayat-21-39/#comment-4</link>
		<dc:creator>Al Baqarah ( Ayat 1 - 20 ) &#171; Blog Aguss 2007</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 02:15:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aguss2007.wordpress.com/2008/01/05/al-baqarah-ayat-21-39/#comment-4</guid>
		<description>[...] (RSS)       &#171; Al&#160;Faatihah Al Baqarah ( Ayat 21 - 39&#160;) [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] (RSS)       &laquo; Al&nbsp;Faatihah Al Baqarah ( Ayat 21 &#8211; 39&nbsp;) [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
